Ternyata, AFNEI tidak mematuhi kesepakatajn tsb. Beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh AFNEI yaitu…

26 oktober 1945,

Penghianatan oleh belanda terhadap keputusan yang telah dibuat.

Arek A : “AFNEI memang benar-benar keterlaluan, seenaknya saja mereka memerintahkan kita untuk menyerahkan senjata yang dirampas Jepang !”

Arek B : “Betul, mereka memang telah mempermainkan kita! Sebaiknya kita laporkan saja masalah ini kepada Pemerintah”

Akhirnya sekelompok pemuda Indonesia tersebut menghampiri Ir. Soekarno di kediamannya kemudian mereka melakukan diskusi tentang pelanggaran kesepakatan yang di lakukan AFNEI. Namun, Ir. Soekarno berusaha untuk menetralisikan masalah pamphlet perintah penyerahan senjata hasil rampasan Jepang  dan beberapa pelanggran AFNEI tersebut terlebih dahulu dengan cara melakukan suatu komisi kontak dengan AFNEI untuk menjelaskan permasalahannya. Ir. Soekarno serta Pemuda Indonesia pun melakukan sebuah pertemuan dengan anggota AFNEI.

Pemerintah: “Apa maksud dari pamplet yang kalian perintahkan kepada rakyat Surabaya dan Jawa Timur kemarin? Bukannnya kita telah mempunyai kesepakatan?”

Mallaby :”Kami tidak tahu! Dan kami juga tidak melanggar kesepakatan apapun”

Pemerintah :”Sungguh, kalian semua telah membohongi bangsaku! Dengan ini, kami tidak akan pernah mempercayai kalian lagi!”

Akibat banyaknya kertas plakat-plakat yang ditempel disudut kota yang tidak lain sama dengan isi pamphlet yang disebarkan sekutu suasana menjadi tegang. Kecacauan semakin menjadi-jadi ketika tentara Inggris menempati dan merampas mobil-mobil termasuk mobil pribadi penduduk Surabaya.

Pemuda-Pemuda  :”Kalian menduduki bumi pertiwi kami, harta dan mobil itu sah milik kami! Maka dari itu kami memberi peringatan, kembalikan hak kami itu! Atau kami bersedia perang!”

Mallaby : “Terserah apa mau kalian, sekarang barang-barang itu telah jatuh ditangan kami. Perang atapun tidak kami setujui!”

Karena jawaban itu pemuda Surabaya merasa berang. Mereka menganggap kemerdekaan Indonesia dalam keadaan berbahaya sehingga pertempuran tidak dapat dihindari lagi. Mallaby dengan 6.000 pasukannya terkurung dalam 120.000 pemuda dan rakyat dengan membawa bermacam senjata.

Pemuda : “Kau ganggu negeriku, kami hancurkan nyawamu!” seru pemuda mengawali perang.

Pertempuran seketika berlangsung dengan kobaran semangat dibeberapa daerah. Disisi lain pihak Inggris merasa kesulitan, mereka juga mengkhawatirkan kehancuran Brigade 49 tidak dapat dihindari. Akhirnya Komandan Divisi XXIII (Induk Pasukan Brigade 49), Jenderal Hawthorn menghubungi Presiden Ir.Soekarno untuk membantu meredakan serangan pasukan Indonesia.

Mallaby: “Bagaimana ini? Kita bisa hancur, mereka terlalu banyak. Kita bisa mati seketika dipertempuran ini!”

Anggota : “Iya, kita juga terlalu bodoh di arena pertempuran. Bahkan pembomman pun tidak mungkin dilakukan, kita akan merugi kehancuran kamp interminan nantinya!”

 

Mallaby: “Lalu apa tindakan selanjutnya? Menyerah? Tentu tidak mungkin, rakyat Indonesia sudah terlanjur marah dengan berbagai amukan ganasnya”

Anggota: “Laporkan ke Jenderal Howthorn! Kita bisa menyuruh dia meminta bantuan dengan Pemerintah Indonesia.”

Jenderal hawthron(jangan ade) :”Presiden, kami memohon bantuan demi untuk meredakan amukan pasukan Indonesia guna  mencapai kedamaian bersama”

Ir.Soekarno :”Apa yang menyebabkan rakyatku mengamuk? Tidak mungkin mereka mengambil tindakan sebesar itu!”

Jenderal hawthron(jangan ade) : “Ini dikarenakan keceromohan beberapa dari anggota kami selaku pendatang yang berlaku semenah-menah”

Ir.Soekarno :” Kalian memang keterlaluan! Tidak hanya rakyatku, kalian juga telah menghina bangsa kami”

Jenderal hawthron(jangan ade) :” Maafkan atas kekeliruan ini, namun saat ini kami betul-betul membutuhkan bantuan dari Anda dan sejumlah pemerintah Indonesia lainnya untuk menghentikan pertempuran ini”

Ir.Soekarno :” Baiklah, saya akan turun tangan membantu dengan syarat kalian harus menggadakan perjanjian ulang”

Jenderal hawthron(jangan ade :”Baik, saya setuju. Saya akan mengumumkan pemberitahuan ini kepada sejumlah anggota AFNEI lainnya”.

Ir.Soekarno:”Saya akan datang ke Surabaya dengan wakil-wakil rakyat Indonesia secepatnya”

Jenderal hawthron :”Oke, saya tunggu kedatangan bantuan Anda”

Pada tanggal 30 Oktober 1945, Ir.Soekarno didampingi Drs.Moh.Hatta dan Muh.Amir Syariffudin tiba di Surabaya. Lalu mereka berdiri dihadapan pasukan Indonesia.

Ir.Soekarno :” Saudara-saudaraku sekalian, atas dasar keamanan dan kedamaian kehidupan bangsa kita. Dengan ini saya selaku Presiden dan Wakil, meminta untuk menghentikan pertempuran ini”

Pemuda Indonesia :”Tidak bisa! Mereka tidak seharusnya diampuni, bisa-bisa kemerdekaan kita ikut terancam”

Ir.Soekarno:” Tidak usah khawatir, setelah ini saya dan pemerintah lainnya akan mengadakan perjanjian ulang dan apabila mereka melanggar lagi. Mereka tidak akan diberi ampun dan perang pun kita lanjutkan!”

Pemuda Indonesia :”Baiklah, kalau begitu kami pengang janji orang-orang Inggris tak tau malu itu!”

Pertempuranpun berakhir reda karena kedatangan Ir.Soekarno dan Wakil Indonesia lainnya.

 

 

 

 

About these ads

Tentang anjarbellas

i'm an artistian... i'm a multitalenta girl for life, i just let everything flows... i can't change my life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s